Kamis, 14 Januari 2021

Belajar Hadits.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Selamat datang di blog saya, pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan sedikit pengetahuan mengenai Ilmu Hadits yang telah saya rangkum, jadi silahkan dibaca, semoga bermanfaat..


Tahukah kalian, apa itu Hadits?

A.     Pengertian Ilmu Hadits

Ilmu hadis (ulum al-hadis) terdiri dari dua kata, yaitu ilmu (ulum) dan al-hadis. Kata ‘ulum dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak dari ‘ilm, yang berarti “ilmu-ilmu”; sedangkan al-hadis di kalangan ulama hadis berarti “segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi Muhammad Saw. dari perbuatan, perkataan, takrir, atau sifat.” Dengan demikian, gabungan kata ulum al-hadis mengandung pengertian “ilmu-ilmu yang membahas atau berkaitan dengan hadis Nabi Muhammad Saw. ”.Sedangkan menurut ulama mutaqaddimin, ulum al-hadis adalah. “Ilmu hadis adalah ilmu yang membahas tentang bagaimana hadis-hadis bisa tersambung hingga sampai kepada Rasul Saw. baik dari sisi ke-dabit-an dan keadilan periwayatnya, maupun dari sisi sambung atau putusnya rangkaian rantai sanad.”

Ilmu hadis juga diartikan sebagai suatu ilmu yang dapat digunakan untuk mengetahui betul atau tidaknya ucapan, perbuatan, ketetapan dari Nabi Muhammad Saw. Dapat juga diartikan sebagai "Ilmu hadis adalah ilmu untuk mengetahui kaidah-kaidah yang berkaitan dengan periwayat atau sesuatu yang diriwayatkan.”

Imam ‘Izz ad-Din bin Jama’ah sebagaimana dikutip oleh Jalaluddin As-Suyuti (w. 911 H) dalam Tadrib a-Rawi fi Syarh Taqrib an-Nawawi mengatakan:

Ilmu hadis adalah ilmu tentang kaidah-kaidah untuk mengetahui kondisi sanad dan matan." 

Sanad atau isnad (jamak) secara etimologi artinya sandaran. Sedangkan secara terminologi adalah mata rantai atau jalan yang bersambung sampai kepada matan (isi hadis) yang terdiri dari para rawi yang meriwayatkan matan hadis dan menyampaikannya.

Sumber: https://www.bacaanmadani.com/2018/04/pengertian-ilmu-hadis-dan-macam-macam.html?m=1

B.     Istilah-istilah dalam Ilmu Hadits

Dalam berbagai ilmu pengetahuan, pasti ada suatu istilah-istilah didalamnya. Hal tersebut juga ada dalam Ilmu Hadits, berikut ini adalah istilah-istilah yang terdapat dalam Ilmu Hadits..

1. Sanad

Secara bahasa sanad berarti sandaran, sedangkan menurut istilah adalah sebagai berikut :

السَّنَدُ هُوَ الطَّرِيْقُ الْمَوَصِّلُ اِلَى الْمَتْنِ

"Sanad adalah jalan yang menghubungkan pada matan hadits".

2. Isnad

isnad adalah sebagai berikut :

الْاِسْنَادُ هُوَ رَفْعُ الْحَدِيْثِ اِلَى قَائِلِهِ

"Isnad adalah mengangkat (meriwayatkan) hadits pada orang yang mengatakannya (dari Nabi Muhammad SAW)". 

3. Musnad

Pengertian musnad adalah sebagai berikut :

الْمُسْنَدُ يُطْلَقُ عَلَى الْكِتَابِ الَّذِيْ جَمَعَ فِيْهِ مَا رَوَاهُ وَاحِدٌ مِنَ الصَّحَابَةِ اَوْ اَكْثَرَ كَمُسْنَدِ الْاِمَامِ اَحْمَدَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ

"Musnad dimutlakkan (disamakan) berdasarkan kitab yang mana di dalamnya terkumpul hadits yang diriwayatkan oleh satu orang sahabat atau lebih, seperti musnad Imam Ahmad bin Hambali ra.".

4. Matan

Pengertian matan adalah sebagai berikut :

الْمَتْنُ هُوَ مَا يَنْتَهِى اِلَيْهِ غَايَةُ السَّنَدِ مِنَ الْكَلَامِ

"Matan adalah kalam atau perkataan yang diover oleh sanad yang terakhir".

Untuk memudahkan pengertian, matan bisa diartikan sebagai isi atau lafadz hadist itu sendiri.

5. Musnid

 

Pengertian musnid adalah :

الْمُسْنِدُ هُوَ مَنْ يَرْوِى الْحَدِيْثَ بِاِسْنَادِهِ سَوَاءٌ كَانَ عِنْدَهُ عِلْمٌ بِهِ اَوْ لَيْسَ لَهُ إِلَّا مُجَرَّدُ رِوَايَتِهِ

"Musnid adalah orang yang meriwayatkan hadist dengan (menyebutkan) sanadnya, baik dia mengetahui hadits itu atau tidak mengetahui kecuali hanya sekedar meriwayatkannya".

6. Mukhrij

Pengertian mukhrij adalah :

الْمُخْرِجُ هُوَ الَّذِيْ يَشْتَغِلُ بِجَمْعِ الْحَدِيْثِ

"Mukhrij adalah seseorang yang tersibukkan mengumpulkan hadits"

Dari definisi tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa mukrij adalah orang yang menyusun hadits dalam sebuah kitab yang disertai dengan sanad dan redaksinya, seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Turmudzi, Imam Nasa'i, dan lain-lain.

7. Mukharrij

 

Mukharrij adalah orang yang meriwayatkan hadits dengan menyandarkan pada para perawi yang mukhrij. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa mukharrij memiliki pengertian sama dengan makna mukhrij.

8. Rawi atau Perawi

Pengertian rawi di sini bisa bermakna 2 macam :
Makna Pertama, misalnya di dalam sanad biasanya terkutib kalimat :

رُوِيَ عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ، رُوِيَ عَنْ عَائِشَةَ، رُوِيَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ

Diriwayatkan dari Sahabat Ibnu Mas'ud, diriwayatkan dari Siti Aisyah, diriwayatkan dari Sahabat Ibnu Umar, dan lain-lainnya, maka rawi atau perawi di sini bermakna setiap orang yang membawa matan hadits yang ada di dalam sanad.

Makna Kedua, misalnya setiap hadist sering kali diakhiri kalimat :

رَوَاهُ مُسْلِمٌ، رَوَاهُ الْبُخَارِى، اَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ، اَخْرَجَهُ الْبُخَارِى

Hadits riwayat Imam Muslim, hadist riwayat Imam Bukhari atau hadits dikeluarkan Imam Muslim, hadits dikeluarkan Imam Bukhari, dan lain sebagainya.

Sumber: https://www.pelangiblog.com/2019/02/pengertian-sanad-isnad-musnad-matan.html?m=1

C. Klasifikasi Hadits menurut Kuantitasnya

 Tahukah kalian, bahwasanya dalam ilmu hadist terdapat pembagian baik menurut Kuantitas maupun menurut Kualitasnya.

Kita akan membahas mengenai pembagian hadits menurut Kuantitasnya terlebih dahulu.

Berikut ini adalah pembahasaannya..

Klasifikasi Hadits menurut Kuantitasnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Hadits Mutawatir

2. Hadits Ahad

      Hadits mutawatir

       Pengertian hadits mutawatir

Mutawatir menurut bahasa berarti mutatabi, yaitu sesuatu yang datang berikut dengan kita, atau yang beriringan antara satu dengan lainnya dengan tidak ada jaraknya.

SedangkanSedangkan menurut istilah, mutawatir adalah hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang banyak, menurut akal tidak mungkin para perawi tersebut sepakat untuk berdusta dan memalsukan hadits, dan mereka bersandarkan dalam meriwayatkan pada sesuatu yang dapat diketahui dengan indera seperti pendengaran dan semacamnya.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa hadits mutawatir adalah hadits yang diriwayatkan rawi yang banyak dimana rawi tersebut mustahil untuk berdusta.

           Hadis Ahād

           Pengertian hadis ahād.

Kata ahādatau wahid berdasarkan seg bahasa berarti satu, maka khabar ahādatau khabar wahid berarti suatu berita yang disampaikan oleh satu orang. Hadis ahādmenurut istilah yang didefinisikan oleh ulama yaitu khabar yang jumlah perawinya tidak sebanyak jumlah perawi hadi muetawatir,baik perawinya itu satu, dua, tiga, empat, lima, dan seterusnya yang memberikan pengertian bahwa jumlah perawi tersebut tidak mencapai jumlah perawi hadis mutawatir.

Sumber: http://kuliahfree.blogspot.com/2016/08/pembagian-hadits-berdasarkan.html?m=1#:~:text=Disini%2C%20telah%20dibahas%20mengenai%20klasifikasi,hadits%20aziz%20dan%20hadits%20gharib.

D.     Klasifikasi Hadits menurut Kualitasnya

  Selain menurut Kuantitasnya, Hadits juga dapat diklasifikasikan menurut Kualitasnya, berikut ini adalah pembahasaannya...

Dari pengklasifikasian menurut kualitasnya, hadits dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Hadits Maqbul (diterima)

2. Hadits Mardud (ditolak)

Hadits Maqbul dibedakan menjadi dua, yaitu Hadits Shahih dan Hadits Hasan.

1. Hadits shahih

Ialah hadits yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang berkualitas dan tidak lemah hafalannya, di dalam sanad dan matannya tidak ada syadz dan illat. Mahmud Thahan dalam Taisir Musthalahil Hadits menjelaskan hadits shahih adalah: ما اتصل سنده بنقل العدل الظابط عن مثله إلى منتهاه من غير شذوذ ولا علة  Artinya, “Setiap hadits yang rangkaian sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabit dari awal sampai akhir sanad, tidak terdapat di dalamnya syadz dan ‘illah.” 

2. Hadits Hasan 

Hadits hasan hampir sama dengan hadits shahih, yaitu hadits yang rangkaian sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabit, tidak terdapat syadz dan ‘illah. Namun perbedaannya adalah kualitas hafalan perawi hadits hasan tidak sekuat hadits shahih.  Ulama hadits sebenarnya berbeda-beda dalam mendefenisikan hadits hasan. Menurut Mahmud Thahhan, defenisi yang mendekati kebenaran adalah defenisi yang dibuat Ibnu Hajar. Menurut beliau hadits hasan ialah: هو ما اتصل سنده بنقل العدل الذي خف ضبطه عن مثله إلى منتهاه من غير شذوذ ولا علة 

 “Hadits yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi adil, namun kualitas hafalannya tidak seperti hadits shahih, tidak terdapat syadz dan ‘illah.” 

3. Hadits Dhaif 

Hadits dhaif ialah hadits yang tidak memenuhi persyaratan hadits shahih dan hadits hasan. Dalam Mandzumah Bayquni disebutkan hadits hasan adalah: وكل ما عن رتبة الحسن قصر  #  فهو الضعيف وهو اقسام كثر Artinya, “Setiap hadits yang kualitasnya lebih rendah dari hadits hasan adalah dhaif dan hadits dhaif memiliki banyak ragam.” Dilihat dari defenisinya, dapat dipahami bahwa hadits shahih adalah hadits yang kualitasnya lebih tinggi. Kemudian di bawahnya adalah hadits hasan. Para ulama sepakat bahwa hadits shahih dan hasan dapat dijadikan sebagai sumber hukum. Sementara hadits dhaif ialah hadits yang lemah dan tidak bisa dijadikan sebagai sumber hukum. Namun dalam beberapa kasus, menurut ulama hadits, hadits dhaif boleh diamalkan selama tidak terlalu lemah dan untuk fadhail amal.

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/83811/pembagian-hadits-ditinjau-dari-kualitasnya

E.      Contoh Hadits

 Berikut ini adalah contoh matan Hadits menurut Kuantitas dan Kualitasnya.

Menurut Kuantitasnya:

Contoh Hadits Mutawatir

ﻜﺎﻦ ﺍﻠﻧﺑﻲ ﺼﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻮﺳﻟﻡ ﻻﻴﺭﻔﻊ ﻴﺪﻴﻪ ﻔﻰ ﺷﻴﺊ ﻤﻦ ﺪﻋﺎﺌﻪ ﺍﻻ ﻔﻰ ﺍﻹﺴﺗﺷﻘﺎﺀ ﻭﺇﻧﻪ ﻴﺭﻔﻊ ﺤﺗﻰ ﻴﺭﻯ ﺑﻴﺎﺾ ﺇﺑﻄﻴﻪ.

( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺑﺨﺎرى

Artinya :

Nabi saw. tidak mengangkat kedua tangannya dalam doa-doa beliau, kecuali dalam shalat Istisqa’ dan beliau mengangkat tangannya hingga tampak putih-putih kedua ketiaknya.” (HR Bukhari).

Contoh Hadits Ahad

ﻋﻥ ﺍﺒﻰ ﻫﺭﻴﺭﺓ ﺭﻀﻰﺍﷲ ﻋﻨﻪ ﻋﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺼﻠﻰﺍﷲ ﻋﻟﻴﻪ ﻭﺴﻠﻢ ، ﻘﺎﻝ ﺍﻹﻴﻤﺎﻦ ﺑﻀﻊ ﻭﺴﺗﻭﻦ ﺷﺑﻌﺔ ﻭﺍﻠﺤﻳﺎﺀ ﺷﺑﻌﺔ ﻤﻦ ﺍﻹﻳﻤﺎﻦ. (ﺮﻮﺍﻩ ﺍﻠﺒﺨﺎﺮﻯ(

Artinya :

Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw. telah bersabda, iman itu bercabang-cabang menjadi 60 cabang dan malu itu salah satu cabang dari iman.” (HR. Bukhari).

Menurut Kualitasnya:

Contoh Hadits Shahih

حَدَّثَنَا عَبْدُاللهِ بْنُ يُوْسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمِ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص.م قَرَأَ فِي الْمَغْرِبِ بِالطُّوْرِ “(رواه البخاري)

” Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin yusuf ia berkata: telah mengkhabarkan kepada kami malik dari ibnu syihab dari Muhammad bin jubair bin math’ami dari ayahnya ia berkata: aku pernah mendengar rasulullah saw membaca dalam shalat maghrib surat at-thur” (HR. Bukhari, Kitab Adzan).

Contoh Hadits Hasan

حدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ الضُّبَعِي عَنْ أَبِيْ عِمْرَانِ الْجَوْنِي عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَبِي مُوْسَي الْأَشْعَرِيْ قَالَ : سَمِعْتُ أَبِي بِحَضْرَةِ العَدُوِّ يَقُوْلُ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص م : إِنَّ أَبْوَابَ الْجَنَّةِ تَحْتَ ظِلاَلِ السُّيُوْفِ ….. الحديث “

“Telah menceritakan kepada kamu qutaibah, telah menceritakan kepada kamu ja’far bin sulaiman, dari abu imron al-jauni dari abu bakar bin abi musa al-Asy’ari ia berkata: aku mendengar ayahku berkata ketika musuh datang : Rasulullah Saw bersabda : sesungguhnya pintu-pintu syurga dibawah bayangan pedang…”( HR. At-Tirmidzi, Bab Abwabu Fadhailil jihadi).

Contoh Hadits Dha'if

مَاأَخْرَجَهُ التِّرْمِيْذِيْ مِنْ طَرِيْقِ “حَكِيْمِ الأَثْرَمِ”عَنْ أَبِي تَمِيْمَةِ الهُجَيْمِي عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ ص م قَالَ : ” مَنْ أَتَي حَائِضاً أَوْ اِمْرَأةً فِي دُبُرِهَا أَوْ كَاهُنَا فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أَنْزَلَ عَلَى مُحَمِّدٍ “

Apa yang diriwayatkan oleh tirmidzi dari jalur hakim al-atsrami “dari abi tamimah al-Hujaimi dari abi hurairah dari nabi saw ia berkata : barang siapa yang menggauli wanita haid atau seorang perempuan pada duburnya atau seperti ini maka sungguh ia telah mengingkari dari apa yang telah diturunkan kepada nabi Muhammad saw”.

Sumber: http://abiavisha.blogspot.com/2013/02/hadis-mutawatir-dan-hadis-ahad.html?m=1

https://www.google.com/amp/s/iuyun33m2k.wordpress.com/2013/11/17/contoh-hadits-shahih-hasan-dan-dhoif/

Cukup sekian yang dapat saya bagikan, jika ada kekurangan, kesalahan maupun kekeliruan, saya mohon maaf, dan kesalahan dan kekeliruan itu bisa dikoreksi di kolom komentar.

Sekian dari saya,

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

6 komentar:

  1. Sangat membantu saya dalam memahami cabang hadis terimakasih

    BalasHapus
  2. Mantap sangat bermanfaat, sesekali diberikan gambar kak

    BalasHapus
  3. terima kasih kak, semoga bisa lebih dikembangkan kembali

    BalasHapus
  4. Sangat Bermanfaat kakak,,, tapi alangkah baiknya jika sesekali diberi gambar

    BalasHapus