Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarokatuh,
Selamat
datang di blog saya, pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan sedikit
pengetahuan mengenai Ilmu Hadits yang telah saya rangkum, jadi silahkan dibaca,
semoga bermanfaat..
Tahukah
kalian, apa itu Hadits?
A. Pengertian Ilmu Hadits
Ilmu hadis (ulum al-hadis) terdiri dari dua kata, yaitu ilmu (ulum) dan
al-hadis. Kata ‘ulum dalam bahasa Arab adalah bentuk jamak dari ‘ilm, yang
berarti “ilmu-ilmu”; sedangkan al-hadis di kalangan ulama hadis berarti “segala
sesuatu yang disandarkan kepada nabi Muhammad Saw. dari perbuatan, perkataan,
takrir, atau sifat.” Dengan demikian, gabungan kata ulum al-hadis mengandung
pengertian “ilmu-ilmu yang membahas atau berkaitan dengan hadis Nabi Muhammad
Saw. ”.Sedangkan menurut ulama mutaqaddimin, ulum al-hadis adalah. “Ilmu hadis
adalah ilmu yang membahas tentang bagaimana hadis-hadis bisa tersambung hingga
sampai kepada Rasul Saw. baik dari sisi ke-dabit-an dan keadilan periwayatnya,
maupun dari sisi sambung atau putusnya rangkaian rantai sanad.”
Ilmu hadis juga diartikan sebagai suatu ilmu yang dapat digunakan untuk
mengetahui betul atau tidaknya ucapan, perbuatan, ketetapan dari Nabi Muhammad
Saw. Dapat juga diartikan sebagai "Ilmu hadis adalah ilmu untuk mengetahui
kaidah-kaidah yang berkaitan dengan periwayat atau sesuatu yang diriwayatkan.”
Imam ‘Izz ad-Din bin Jama’ah sebagaimana dikutip oleh Jalaluddin
As-Suyuti (w. 911 H) dalam Tadrib a-Rawi fi Syarh Taqrib an-Nawawi mengatakan:
Ilmu hadis adalah ilmu tentang kaidah-kaidah untuk mengetahui kondisi
sanad dan matan."
Sanad atau isnad (jamak) secara etimologi artinya sandaran. Sedangkan
secara terminologi adalah mata rantai atau jalan yang bersambung sampai kepada
matan (isi hadis) yang terdiri dari para rawi yang meriwayatkan matan hadis dan
menyampaikannya.
Sumber: https://www.bacaanmadani.com/2018/04/pengertian-ilmu-hadis-dan-macam-macam.html?m=1
B. Istilah-istilah
dalam Ilmu Hadits
Dalam
berbagai ilmu pengetahuan, pasti ada suatu istilah-istilah didalamnya. Hal
tersebut juga ada dalam Ilmu Hadits, berikut ini adalah istilah-istilah yang
terdapat dalam Ilmu Hadits..
1. Sanad
Secara bahasa sanad berarti sandaran, sedangkan menurut istilah adalah
sebagai berikut :
السَّنَدُ هُوَ الطَّرِيْقُ الْمَوَصِّلُ اِلَى الْمَتْنِ
"Sanad adalah jalan yang menghubungkan pada matan hadits".
2. Isnad
isnad adalah sebagai berikut :
الْاِسْنَادُ هُوَ رَفْعُ الْحَدِيْثِ اِلَى قَائِلِهِ
"Isnad adalah mengangkat (meriwayatkan) hadits pada orang yang
mengatakannya (dari Nabi Muhammad SAW)".
3. Musnad
Pengertian musnad adalah
sebagai berikut :
الْمُسْنَدُ يُطْلَقُ عَلَى الْكِتَابِ الَّذِيْ جَمَعَ فِيْهِ مَا رَوَاهُ وَاحِدٌ مِنَ الصَّحَابَةِ اَوْ اَكْثَرَ كَمُسْنَدِ الْاِمَامِ اَحْمَدَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ
"Musnad dimutlakkan
(disamakan) berdasarkan kitab yang mana di dalamnya terkumpul hadits yang
diriwayatkan oleh satu orang sahabat atau lebih, seperti musnad Imam Ahmad bin
Hambali ra.".
4. Matan
Pengertian matan adalah
sebagai berikut :
الْمَتْنُ هُوَ مَا يَنْتَهِى اِلَيْهِ غَايَةُ السَّنَدِ مِنَ الْكَلَامِ
"Matan adalah kalam
atau perkataan yang diover oleh sanad yang terakhir".
Untuk memudahkan pengertian, matan bisa diartikan sebagai isi atau lafadz
hadist itu sendiri.
5. Musnid
Pengertian musnid adalah :
الْمُسْنِدُ هُوَ مَنْ يَرْوِى الْحَدِيْثَ بِاِسْنَادِهِ سَوَاءٌ كَانَ عِنْدَهُ عِلْمٌ بِهِ اَوْ لَيْسَ لَهُ إِلَّا مُجَرَّدُ رِوَايَتِهِ
"Musnid adalah orang
yang meriwayatkan hadist dengan (menyebutkan) sanadnya, baik dia mengetahui
hadits itu atau tidak mengetahui kecuali hanya sekedar meriwayatkannya".
6. Mukhrij
Pengertian mukhrij adalah :
الْمُخْرِجُ هُوَ الَّذِيْ يَشْتَغِلُ بِجَمْعِ الْحَدِيْثِ
"Mukhrij adalah
seseorang yang tersibukkan mengumpulkan hadits"
Dari definisi tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa mukrij adalah orang yang
menyusun hadits dalam sebuah kitab yang disertai dengan sanad dan redaksinya,
seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Turmudzi, Imam Nasa'i, dan lain-lain.
7. Mukharrij
Mukharrij adalah orang yang
meriwayatkan hadits dengan menyandarkan pada para perawi yang mukhrij. Namun,
ada juga yang mengatakan bahwa mukharrij memiliki pengertian sama dengan makna
mukhrij.
8. Rawi atau Perawi
Pengertian
rawi di sini bisa bermakna 2 macam :
Makna Pertama, misalnya di dalam sanad biasanya terkutib kalimat :
رُوِيَ عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ، رُوِيَ عَنْ عَائِشَةَ، رُوِيَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ
Diriwayatkan dari Sahabat
Ibnu Mas'ud, diriwayatkan dari Siti Aisyah, diriwayatkan dari Sahabat Ibnu
Umar, dan lain-lainnya, maka rawi atau perawi di sini bermakna setiap orang
yang membawa matan hadits yang ada di dalam sanad.
Makna Kedua, misalnya setiap hadist
sering kali diakhiri kalimat :
رَوَاهُ مُسْلِمٌ، رَوَاهُ الْبُخَارِى، اَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ، اَخْرَجَهُ الْبُخَارِى
Hadits riwayat Imam Muslim,
hadist riwayat Imam Bukhari atau hadits dikeluarkan Imam Muslim, hadits
dikeluarkan Imam Bukhari, dan lain sebagainya.
Sumber: https://www.pelangiblog.com/2019/02/pengertian-sanad-isnad-musnad-matan.html?m=1
C. Klasifikasi Hadits menurut Kuantitasnya
Tahukah
kalian, bahwasanya dalam ilmu hadist terdapat pembagian baik menurut Kuantitas
maupun menurut Kualitasnya.
Kita
akan membahas mengenai pembagian hadits menurut Kuantitasnya terlebih dahulu.
Berikut
ini adalah pembahasaannya..
Klasifikasi
Hadits menurut Kuantitasnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1.
Hadits Mutawatir
2.
Hadits Ahad
Hadits mutawatir
Pengertian hadits mutawatir
Mutawatir menurut bahasa berarti mutatabi, yaitu
sesuatu yang datang berikut dengan kita, atau yang beriringan antara satu
dengan lainnya dengan tidak ada jaraknya.
SedangkanSedangkan menurut istilah, mutawatir adalah hadits
yang diriwayatkan oleh perawi yang banyak, menurut akal tidak mungkin para
perawi tersebut sepakat untuk berdusta dan memalsukan hadits, dan mereka
bersandarkan dalam meriwayatkan pada sesuatu yang dapat diketahui dengan indera
seperti pendengaran dan semacamnya.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa hadits mutawatir
adalah hadits yang diriwayatkan rawi yang banyak dimana rawi tersebut mustahil
untuk berdusta.
Hadis Ahād
Pengertian
hadis ahād.
Kata ahādatau wahid berdasarkan
seg bahasa berarti satu, maka khabar ahādatau khabar
wahid berarti suatu berita yang disampaikan oleh satu orang. Hadis
ahādmenurut istilah yang didefinisikan oleh ulama yaitu khabar yang
jumlah perawinya tidak sebanyak jumlah perawi hadi muetawatir,baik
perawinya itu satu, dua, tiga, empat, lima, dan seterusnya yang memberikan
pengertian bahwa jumlah perawi tersebut tidak mencapai jumlah perawi hadis
mutawatir.
D. Klasifikasi Hadits menurut Kualitasnya
Selain
menurut Kuantitasnya, Hadits juga dapat diklasifikasikan menurut Kualitasnya,
berikut ini adalah pembahasaannya...
Dari pengklasifikasian menurut kualitasnya, hadits dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Hadits
Maqbul (diterima)
2. Hadits Mardud
(ditolak)
Hadits
Maqbul dibedakan menjadi dua, yaitu Hadits Shahih dan Hadits Hasan.
1. Hadits shahih
Ialah hadits yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang
berkualitas dan tidak lemah hafalannya, di dalam sanad dan matannya tidak ada syadz
dan illat. Mahmud Thahan dalam Taisir Musthalahil Hadits menjelaskan hadits
shahih adalah: ما اتصل سنده بنقل العدل الظابط عن مثله إلى منتهاه من غير شذوذ ولا علة Artinya, “Setiap hadits yang rangkaian sanadnya bersambung,
diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabit dari awal sampai akhir sanad,
tidak terdapat di dalamnya syadz dan ‘illah.”
2. Hadits Hasan
Hadits hasan hampir sama dengan hadits shahih, yaitu hadits yang
rangkaian sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabit,
tidak terdapat syadz dan ‘illah. Namun perbedaannya adalah kualitas hafalan
perawi hadits hasan tidak sekuat hadits shahih. Ulama hadits sebenarnya
berbeda-beda dalam mendefenisikan hadits hasan. Menurut Mahmud Thahhan,
defenisi yang mendekati kebenaran adalah defenisi yang dibuat Ibnu Hajar.
Menurut beliau hadits hasan ialah: هو ما اتصل سنده بنقل العدل الذي خف ضبطه عن مثله إلى منتهاه من غير شذوذ ولا علة
“Hadits yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi adil,
namun kualitas hafalannya tidak seperti hadits shahih, tidak terdapat syadz dan
‘illah.”
3. Hadits Dhaif
Hadits dhaif ialah hadits yang tidak memenuhi persyaratan hadits shahih
dan hadits hasan. Dalam Mandzumah Bayquni disebutkan hadits hasan adalah: وكل ما عن رتبة الحسن قصر # فهو الضعيف وهو اقسام كثر Artinya, “Setiap hadits yang
kualitasnya lebih rendah dari hadits hasan adalah dhaif dan hadits dhaif
memiliki banyak ragam.” Dilihat dari defenisinya, dapat dipahami bahwa hadits
shahih adalah hadits yang kualitasnya lebih tinggi. Kemudian di bawahnya adalah
hadits hasan. Para ulama sepakat bahwa hadits shahih dan hasan dapat dijadikan
sebagai sumber hukum. Sementara hadits dhaif ialah hadits yang lemah dan tidak
bisa dijadikan sebagai sumber hukum. Namun dalam beberapa kasus, menurut ulama
hadits, hadits dhaif boleh diamalkan selama tidak terlalu lemah dan untuk
fadhail amal.
Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/83811/pembagian-hadits-ditinjau-dari-kualitasnya
E. Contoh Hadits
Berikut
ini adalah contoh matan Hadits menurut Kuantitas dan Kualitasnya.
Menurut
Kuantitasnya:
Contoh
Hadits Mutawatir
ﻜﺎﻦ ﺍﻠﻧﺑﻲ ﺼﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻮﺳﻟﻡ ﻻﻴﺭﻔﻊ ﻴﺪﻴﻪ ﻔﻰ ﺷﻴﺊ ﻤﻦ ﺪﻋﺎﺌﻪ ﺍﻻ ﻔﻰ ﺍﻹﺴﺗﺷﻘﺎﺀ ﻭﺇﻧﻪ ﻴﺭﻔﻊ ﺤﺗﻰ ﻴﺭﻯ ﺑﻴﺎﺾ ﺇﺑﻄﻴﻪ.
( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺑﺨﺎرى )
Artinya :
Nabi saw.
tidak mengangkat kedua tangannya dalam doa-doa beliau, kecuali dalam shalat
Istisqa’ dan beliau mengangkat tangannya hingga tampak putih-putih kedua
ketiaknya.” (HR Bukhari).
Contoh
Hadits Ahad
ﻋﻥ ﺍﺒﻰ ﻫﺭﻴﺭﺓ ﺭﻀﻰﺍﷲ ﻋﻨﻪ ﻋﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺼﻠﻰﺍﷲ ﻋﻟﻴﻪ ﻭﺴﻠﻢ ، ﻘﺎﻝ ﺍﻹﻴﻤﺎﻦ ﺑﻀﻊ ﻭﺴﺗﻭﻦ ﺷﺑﻌﺔ ﻭﺍﻠﺤﻳﺎﺀ ﺷﺑﻌﺔ ﻤﻦ ﺍﻹﻳﻤﺎﻦ. (ﺮﻮﺍﻩ ﺍﻠﺒﺨﺎﺮﻯ(
Artinya :
Dari Abu
Hurairah r.a. dari Nabi saw. telah bersabda, iman itu bercabang-cabang menjadi
60 cabang dan malu itu salah satu cabang dari iman.” (HR. Bukhari).
Menurut Kualitasnya:
Contoh Hadits Shahih
حَدَّثَنَا عَبْدُاللهِ بْنُ يُوْسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمِ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص.م قَرَأَ فِي الْمَغْرِبِ بِالطُّوْرِ “(رواه البخاري)
” Telah
menceritakan kepada kami Abdullah bin yusuf ia berkata: telah mengkhabarkan
kepada kami malik dari ibnu syihab dari Muhammad bin jubair bin math’ami dari
ayahnya ia berkata: aku pernah mendengar rasulullah saw membaca dalam shalat
maghrib surat at-thur” (HR. Bukhari, Kitab Adzan).
Contoh
Hadits Hasan
حدَّثَنَا
قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ الضُّبَعِي عَنْ أَبِيْ
عِمْرَانِ الْجَوْنِي عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَبِي مُوْسَي الْأَشْعَرِيْ قَالَ :
سَمِعْتُ أَبِي بِحَضْرَةِ العَدُوِّ يَقُوْلُ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص م : إِنَّ
أَبْوَابَ الْجَنَّةِ تَحْتَ ظِلاَلِ السُّيُوْفِ ….. الحديث “
“Telah
menceritakan kepada kamu qutaibah, telah menceritakan kepada kamu ja’far bin
sulaiman, dari abu imron al-jauni dari abu bakar bin abi musa al-Asy’ari ia
berkata: aku mendengar ayahku berkata ketika musuh datang : Rasulullah Saw bersabda
: sesungguhnya pintu-pintu syurga dibawah bayangan pedang…”( HR. At-Tirmidzi,
Bab Abwabu Fadhailil jihadi).
Contoh
Hadits Dha'if
مَاأَخْرَجَهُ
التِّرْمِيْذِيْ مِنْ طَرِيْقِ “حَكِيْمِ الأَثْرَمِ”عَنْ أَبِي تَمِيْمَةِ
الهُجَيْمِي عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ ص م قَالَ : ” مَنْ أَتَي
حَائِضاً أَوْ اِمْرَأةً فِي دُبُرِهَا أَوْ كَاهُنَا فَقَدْ كَفَرَ بِمَا
أَنْزَلَ عَلَى مُحَمِّدٍ “
Apa yang
diriwayatkan oleh tirmidzi dari jalur hakim al-atsrami “dari abi tamimah
al-Hujaimi dari abi hurairah dari nabi saw ia berkata : barang siapa yang
menggauli wanita haid atau seorang perempuan pada duburnya atau seperti ini
maka sungguh ia telah mengingkari dari apa yang telah diturunkan kepada nabi
Muhammad saw”.
Sumber:
http://abiavisha.blogspot.com/2013/02/hadis-mutawatir-dan-hadis-ahad.html?m=1
Cukup sekian
yang dapat saya bagikan, jika ada kekurangan, kesalahan maupun kekeliruan, saya
mohon maaf, dan kesalahan dan kekeliruan itu bisa dikoreksi di kolom komentar.
Sekian dari
saya,
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Mantap, sangat bermanfaat
BalasHapusSangat membantu saya dalam memahami cabang hadis terimakasih
BalasHapusMantap sangat bermanfaat, sesekali diberikan gambar kak
BalasHapusSangat bermanfaat kakak 😊
BalasHapusterima kasih kak, semoga bisa lebih dikembangkan kembali
BalasHapusSangat Bermanfaat kakak,,, tapi alangkah baiknya jika sesekali diberi gambar
BalasHapus